Monday, August 22, 2016

TOMBAK BANYAK ANGREM JUMBO

     Tombak Pusaka Banyak Angrem, Adalah tombak yang punya nilai seni dan mistis yang tinggi. Bentuknya yang berbeda dengan mata tombak pada umumnya, yaitu menyerupai bentuk angsa yang sedang mengerami telor, oleh karenanya disebut banyak angrem. Ketidak simetrisan bilah banyak angrem menjadikannya lebih unik disaat dhapur tombak yang lain selalu dituntut menjaga kesimetrisan bilahnya. Karena ketidak praktisan bentuk bilahnya apabila digunakan untuk keperluan berperang menjadikan tombak banyak angrem disimpan sebagai pusaka, lebih banyak diharapkan nilai/isi esoterinya.


     Tombak banyak angrem yang ini tergolong istimewa, selain karena faktor kelangkaan dhapur yang ditawarkan, adalah ukurannya yang Jumbo dengan ukuran panjang Wilah : 25.2 cm Panjang Pesi : 11.5 cm, lebar wilah : 12.9 cm. Tombak ini banyak dicari penggemar Pusaka Tosan aji karena Wasilah/Yoni/Tuah yang terkandung didalamnya, Yaitu dipercaya sebagai tindih untuk menetralisir aura negatif keris/tombak/pedang lain, serta melindungi pemilik dan keluarganya dari mara bahaya tak terduga.


Mahar : Rp. 1.500.000 nego









Sunday, August 21, 2016

KERIS BALEBANG

     Keris luk 7 melambangkan permohonan agar pemiliknya memiliki wibawa dalam kehadirannya pada suatu komunitas. Sedangkan Balebang, berasal dari kata nggebang yang artinya menegakkan. Sebuah ajaran untuk selalu menegakkan atau memperkuat keimanan. Harus mempertebal iman dalam membentuk pribadi yang masih diangankan sebagai keturunan kita.

Mahar : Rp. 1.900.000 nego













Monday, August 1, 2016

PATREM NAGA SILUMAN PRIMITIF ATAU NAGA KIKIK ( TERMAHAR )

     Siluman dalam bahasa sansekerta berarti khayalan (penglihatan), yaitu bayangan yang dibangkitkan oleh kekuatan magis. Pengertian lainnya adalah maniluman yang artinya bersifat magis, mempesonakan. Maka pengertian naga siluman secara harafiah dapat diartikan sebagai naga yang tidak kelihatan atau naga yang ada dalam alam khayal (gaib dan mistis), namun membangkitkan kekuatan magis yang mempesona dan kharismatik. Dhapur naga siluman tergolong langka, dan pada jaman dahulu banyak dipakai oleh tokoh agama atau orang-orang yang suka mendalami dunia spiritual.

     Sedangkan luk tiga melambangkan harapan permohonan tercapai. ( Para ahli keris sering menyebutnya : "kagem ingbang kagugan gegayuhan" ) sering disebut "jangkung" dan maksud jejangkungi atau menggapai cita - cita.

Mahar : Rp. 500.000













Saturday, July 30, 2016

BROJOL JUNJUNG DRAJAD ( APA ADANYA )

     Filosofi keris dhapur Brojol, seperti halnya bayi yang baru lahir, belum memiliki apapun kecuali berpasarah diri terhadap ibunya, begitulah kita berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Dhapur Brojol dapat juga dimaknai sebagai sebuah pengejawantahan keinginan manusia untuk senantiasa dapat lancar segala sesuatunya (mbrojol) dalam hal menyelesaikan kesulitan kehidupan.

    Mahar apa adanya : Rp. 1.000.000 nego










Monday, July 25, 2016

KERIS PASOPATI ( TERMAHAR )

     Keris Pasopati tetaplah sebuah “Pusaka Sakral” simbol pusaka kepemimpinan, yang memang dulunya bukan “keris rakyat” tetapi hanya untuk mereka yang berhak atau pantas nyandang (memakaihingga banyak dimiliki oleh para Senopati Perang. Konon hingga jaman ini untuk menambah keyakinan diri, mereka-mereka yang duduk dalam lingkaran kekuasaan merasa wajib memiliki pasangan pusaka Pasopati dan Sengkelat. 

     Dapur keris yang terinspirasi dari pusaka milik Arjuna setelah menyelesaiakan ujian dari Mamang Murka, raksasa utusan Prabu Niwatakawaca yang berwujud babi hutan raksasa yang menyerangnya dengan ganas. Akhirnya babi hutan tersebut mati dipanah oleh Arjuna. Persoalan timbul, karena babi hutan tersebut mati karena dua buah anak panah. Ternyata ada seorang ksatriya yang juga membidikkan anak panah ke babi hutan tersebut. Sudah selayaknya, Arjuna yang bertarung keras, berperang tanding penuh luka dengan babi hutan, dan akhirnya berhasil membunuh mati hewan tersebut, merasa lebih berjasa dari pada seorang ksatriya asing tanpa perkelahian sebelumnya yang langsung memanah babi hutan tersebut. Sang Ksatriya mengajak berperang tanding, mengadu kesaktian. Akan tetapi, bagi Arjuna, nama bukan menjadi masalah, siapapun yang mendapatkan nama dan berhak mendapat karunia bukan menjadi pertimbangan Arjuna. “Wahai Ksatria, kalau kamu merasa berhak sebagai pembunuh Mamang Murka, dan mau melaporkan ke Kahyangan silakan. Bagiku, ada adharma yang mati sudah memadai, itu bentuk kasihku terhadap kebenaran”. Arjuna ingat nasehat Sang Guru Sejati: “Kasih tidak mengharapkan imbalan. Kasih itu sendiri adalah imbalan. Kebahagiaan yang kau peroleh saat mengasihi itulah imbalan kasih”. Sang Ksatriya merasa dipermalukan dengan pernyataan Arjuna yang menohok kecongkakannya, dan menyerang Arjuna sehingga terjadilah perang tanding yang luar biasa. Akhirnya baju perang Arjuna hancur, akan tetapi Arjuna berhasil mendekap kedua kaki musuhnya, sehingga musuhnya terjatuh dan perkelahian terhenti. Tiba-tiba ksatriya tersebut berubah wujudnya menjadi Bathara Guru.

     Bathara Guru sangat terkesan atas kerendahan hati Sang Arjuna. Arjuna telah lulus ujian akhir dan oleh Bathara Guru, Kuasa Pengajar Sejati, diberi hadiah seperangkat senjata panah bernama Pasopati. Pashu, Pasu adalah hewan, sehingga Pasopati adalah Raja Hewan, julukan bagi Bathara Guru. Pasopati adalah senjata andalan untuk menaklukkan sifat kehewanan dalam diri. Senjata bagi mereka yang sudah ‘sadar’ akan adanya hewan di dalam diri dan mampu menaklukkannya.
Mahar : Rp. 1.100.000 nego












Thursday, June 30, 2016

KLENTANG / CACING KANIL ( TERMAHAR )

   Cacing Kanil dalah nama salah satu dapur tombak luk, mirip cacing menggeliat dan berbentuk beda dengan luk keris biasa, pada cacing kanil maka luk mengarah ke segala arah.  Tombak dengan motif cacing kanil tidak pipih tetapi bulat atau persegi, bisa segi 3, 4 atau berbentuk belimbing, tergolong sangat langka dan banyak diburu kolektor.

Keistimewahan dari tombak ini adalah ukurannya yg berbeda dari kebanyakan cacing pada umumnya, panjang wilah tombak ini mencapai 50cm pada wilahnya berbentuk segi 4 sedangkan pada metuknya terdapat suatu ornamen / ukiran yg mngkin dulunya adalah kinatah. Sebuah mahakarya yang memerlukan ketelatenan dan skill yang tinggi dari sang Empu. Ciri khusus lain apabila kita cermati pada bagian wilah diketemukan aksara jawa yang diartikan sbb : 

                             Om trayambakam yaja mahe
                             Sugandhim pusthi wardhanam
                             Urwarukamiwa bandanan
                             Mrityor mukshiya mamritat


   Mantra ini ditujukan utk pemujaan dewa Siwa, mantra ini menjauhkan dari kematian karena gigitan ular, sambaran petir, kecelakaan, kebakaran, angin topan, air bah dan lain-lain. Di samping itu mantra ini dapat memberi efek penyembuhan. Mantra ini juga merupakan mantra mosa (mantra Siva). Ia menganugerahkan kesehatan (arogya), umur panjang (dirgha ayus), kedamaian (santih), kesejahteraan (aisvarya), kekayaan (pusti), kepuasan (tusti) dan kesempurnaan (moksa).


   Kemungkinan besar tombak ini adalah pusaka suatu kerajaan yg diletakkan diatas bendera panji2 kebesaran yg selalu dibawa saat Bepergian atau menemui tamu-tamunya, bahkan saat dalam peperangan.

Mahar : Rp. 2.000.000