Friday, February 19, 2016

SINOM RON GENDURU

   Sebilah keris dari leburan 9 pusaka yang sudah tidak utuh lagi, diantaranya ada beberapa keris dan tombak temuan. Terciptalah sebuah keris berdhapur Sinom dengan pamor ron genduru.
   Keris berdhapur Sinom termasuk keris yang populer karena banyak dijumpai. Sebagai sebuah pusaka dengan motif apapun bentuk pamornya, penampilan dhapur Sinom pada umumnya memberikan kesan luwes prigel, menyenangkan, tampan dan indah. Jarang ditemui keris berdhapur Sinom yang terkesan seram, galak dan angker.
   Dhapur Sinom mengandung arti tumbuh dari asalnya daun muda menjadi dedaunan yang ngremboko (berhimpun), dimana menggambarkan periode sang anak menginjak dewasa yaitu peralihan masa kanak-kanak ke masa pra puber. Para muda menjalani hidup dengan semangat suka cita penuh harapan, mencari identitas diri, beradaptasi dalam lingkungannya, dan mengolah bakat serta kreatifitas. Dhapur Sinom mengingatkan kita bagaimana menyikapi hidup dengan semangat untuk terus tumbuh berkembang, menjadi lebih baik. Juga, bagaimana seharusnya sebagai orang tua, orang tua bertugas tidak hanya membesarkan anak tapi juga mendewasakan anak (ngentas pitulus) agar ia nantinya berguna bagi keluarga, bangsa dan lingkungannya. Tidak mengherankan di masa lalu, keris Sinom sering digunakan sebagai hadiah bagi Pangeran-Pangeran yang dikhitankan.

Mahar : Rp. 1.200.000 nego










Saturday, February 13, 2016

KERIS TAYUHAN LUK 7 ( TERMAHAR )

   Mungkin keris ini dahulu adalah keris Tayuhan, yang dibuat atas pesanan khusus seseorang, karena dilihat dari ricikan yang ada tidak terdapat di dapur keris luk 7 dan kami yakini bahwa pemesan dahulu adalah seorang keturunan ningrat. Apabila kita cermati material besi pulen kehijauan yang digunakan tentulah besi pilihan, terlihat dari penampakan (serat besi) dan rabaan (halus) dan daya tahan terhadap korosi. Menurut pitutur orang tua jaman dahulu, besi ibarat wadah/tempat, sedangkan pamor ibarat makanan/suguhan. Makanan sekelas gethuk yang ditaruh dalam wadah piring perak akan lebih pantas dihidangkan kepada seorang Raja, daripada daging yang dihidangkan di atas piring bambu. Tengoklah keris ini, pada bagian sisi sepanjang bilah dari sor-soran hingga ke pucuk bilah bisa dibilang utuh bebas dari korosi di usianya beratus-ratus tahun. Bukan karena proses besudan (merapikan sisi bilah) tapi murni kualitas material dan seni tempa. Seperti kita ketahui bersama banyak keris-keris sepuh untuk mempercantik penampilan dan menghilangkan korosi, sepanjang sisi bilah sengaja dirapikan (dibesud), selain bisa dideteksi dengan penampakan mata bilah menjadi terlihat lebih ramping juga bisa dirasakan melalui rabaaan tentunya.

Mahar : Rp. 900.000 nego











Tuesday, February 9, 2016

PATREM NAGA SILUMAN ( TERMAHAR )

   Seluman atau siluman dalam bahasa sansekerta berarti khayalan (penglihatan), yaitu bayangan yang dibangkitkan oleh kekuatan magis. Pengertian lainnya adalah maniluman yang artinya bersifat magis, mempesonakan. Maka pengertian naga siluman secara harafiah dapat diartikan sebagai naga yang tidak kelihatan atau naga yang ada dalam alam khayal (gaib dan mistis), namun membangkitkan kekuatan magis yang mempesona dan kharismatik. Dhapur naga siluman tergolong langka, dan pada jaman dahulu banyak dipakai oleh tokoh agama atau orang-orang yang suka mendalami dunia spiritual.
   Kepala naga mengenakan mahkota dan badan naga yang digarap sedikit tersamar yang kemudian menghilang pada luk pertama adalah sebagai himbauan supaya manusia menjalani hidup dengan mengendalikan hawa nafsu berupa kekuasaan, kemewahan atau jabatan. Makna simbolis ini dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak boleh sewenang-wenang, karena apa yang ia miliki adalah sampiraning urip (titipan sementara).

Mahar : Rp. 600.000












Wednesday, February 3, 2016

CARUBUK TIRTO TUMETES ( TERMAHAR )

  Keris yang tak kalah legendaris dari zaman peralihan Majapahit dan Demak Bintoro adalah Carubuk. Sama hal-nya dengan keris Sengkelat, keris Carubuk dalam perjalanan sejarah dan kecermelangan reputasinya tidak banyak rujukan tertulis yang bisa dicari, melainkan lebih banyak sekali cerita mitosnya. Konon pusaka dhapur Carubuk pertama kali dimiliki oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Dhapur Carubuk mengandung makna momot bakuh pengkuh, dimana manusia hendaknya jangan menghindari tantangan dengan memilih yang baik-baik dan menolak yang jelek.

Mahar : Rp. 700.000 nego










Tuesday, February 2, 2016

DAMAR MURUB PEDARING KEBAK

   Orang bijak mengatakan “Dengan Ilmu Hidup Menjadi Mudah, Dengan Seni Hidup Menjadi Indah dan Dengan Agama Hidup Menjadi Terang”. Keris Damar Murub mengandung kedalaman filosofi yang indah dan akan selalu mengingatkan kita untuk selalu menjadi “terang” bagi orang lain. Terang, yang bersumber dari hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Esa, itu terungkap melalui hubungan pribadi dengan sesama. Di mana pun kita ditempatkan, kita ditetapkan untuk menjadi pribadi yang membawa terang. Salah satu tindakan praktis sebagai wujud menjadi terang adalah hidup menjadi teladan dalam perbuatan baik, dalam sikap hidup yang terhormat, dan dalam perkataan yang membangun. Sebagaimana sifat terang yakni menerangi dalam kegelapan, menjadi terang  berarti juga kita menjadi orang-orang yg memberi pengaruh bagi lingkungan, memperbaiki kesalahan, menyuarakan kebenaran dan membuat perubahan.

Mahar : Rp. 1.500.000 nego













Thursday, January 21, 2016

CACING KANIL KALACAKRA ( TERMAHAR )

  Tombak cacing kanil adalah suatu nama dapur tombak dengan luk 3, 5, 7, berbeda dengan bentuk tombak pada umumnya. Tombak cacing kanil tidak pipih tetapi bulat atau persegi, bisa segi 3, 4 atau berbentuk belimbing.

  Keistimewahan dari tombak cacing kanil ini terdapat tulisan aksara jawa dari penggalan rajah kalacakra yang bilamana kita baca atau terjemahkan sbb:

Yamaraja - Jaramaya    :  siapa yang menyerang berbalik menjadi berbelas kasihan.
Yamarani - Niramaya    :  siapa yang datang dengan niat buruk akan berbalik dan menjauhi.
Yadayuda - Dayudaya   :  siapa yang memerangi berbalik membawa damai.
Yasiyaca - Cayasiya     :  siapa yang menyengsarakan berbalik membawa kesejahteraan.

  Filosofi Ilmu / Rajah Kalacakra adalah sebuah kekuatan gaib yang merubah suatu keburukan menjadi kebaikan,adalah sebuah doa kepada Yang Maha Kuasa supaya merubah suatu kondisi yang buruk menjadi kondisi yang baik selama manusia hidup dalam kekuasaan sang waktu (Sang Kala atau Sang Hyang Kala). 

Pada perkembangan selanjutnya Ilmu / Rajah Kalacakra diwujudkan menjadi mantra untuk menangkal berbagai kekuatan magis jahat yang dapat mengganggu keselamatan lahir dan batin. Selain digunakan untuk melindungi diri dari gangguan dan serangan gaib mahluk-mahluk halus, juga memberikan perisai pagaran gaib kepada para penggunanya agar terhindar dari segala keburukan atau ketidak-nyamanan dalam kehidupan. Oleh karena itu Rajah Kala Cakra sering digunakan dalam ruwatan-ruwatan tradisi jawa dengan membacakan mantra-mantranya.


Mahar : Rp. 1.500.000 nego